Jumat, 06 Oktober 2017

KONDISI / PEMILIHAN


KONDISI / PEMILIHAN

Penyeleksian kondisi digunakan untuk mengarahkan perjalanan suatu proses.
Penyeleksian kondisi dapat diibaratkan sebagai katup atau kran yang mengatur jalannya air. Bila
katup terbuka maka air akan mengalir dan sebaliknya bila katup tertutup air tidak akan mengalir
atau akan mengalir melalui tempat lain. Fungsi penyeleksian kondisi penting artinya dalam
penyusunan bahasa C, terutama untuk program yang kompleks.

1. Struktur Kondisi “If….”

Struktur if dibentuk dari pernyataan if dan sering digunakan untuk menyeleksi suatu kondisi
tunggal. Bila proses yang diseleksi terpenuhi atau bernilai benar, maka pernyataan yang ada di
dalam blok if akan diproses dan dikerjakan. Bentuk umum struktur kondisi if adalah :
if(kondisi)

{
pernyataan;
}

Kondisi / Pemilihan di Turbo C++ 2009
Suyanto


Contoh Program 1 :

/* Program struktur kondisi if untuk memeriksa suatu kondisi */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{ float nilai;
printf(“Masukan nilai yang didapat : “);scanf(“%f”, &nilai);
if(nilai > 65)
{
printf(“\n ANDA LULUS !!!!\n”);
}
getch();
}

Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80, maka perintah mencetak
perkataan LULUS !!!! akan dilaksanakan, namun sebaliknya bila kita memasukan sebuah nilai
yang kurang dari 65 maka program akan berhenti dan tidak dihasilkan apa-apa.
Kondisi / Pemilihan di Turbo C++ 2009
Suyanto


Contoh Program 2 :

/* Program contoh penerapan struktur kondisi if */
#include<stdio.h>
#include<conio.h>
void main()
{ clrscr();
int a,b,c,max;
printf("Entry bil 1 : ");fflush(stdin);scanf("%i",&a);
printf("Entry bil 2 : ");fflush(stdin);scanf("%i",&b);
printf("Entry bil 3 : ");fflush(stdin);scanf("%i",&c);
if((a>b)&&(a>c))
max=a;
if((b>a)&&(b>c))
max=b;
if((c>a)&&(c>b))
max=c;
printf("Bil terbesar : %i\n",max);
if(max>0)
printf("Bil tsb adalah bil positif\n");
if(max<0)
printf("Bil tsb adalah bil negatif\n");
getch();
}


2. Struktur Kondisi “If......Else….”

Dalam struktur kondisi if.....else minimal terdapat dua pernyataan. Jika kondisi yang diperiksa bernilai
benar atau terpenuhi maka pernyataan pertama yang dilaksanakan dan jika kondisi yang diperiksa bernilai
salah maka pernyataan yang kedua yang dilaksanakan. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut :
if(kondisi)
{
pernyataan-1;
}
else
{
pernyataan-2;
}

Contoh Program :

#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{ float nilai;
clrscr();
printf(“Masukan nilai yang didapat : “);
scanf(“%f”, &nilai); /* Masukan akan disimpan dlm var. nilai */
if (nilai > 65)
{
printf(“\n LULUS !!!\n”);
}
else
{
printf(“\n TIDAK LULUS !!!\n”);
}
getch();
}

Bila program tersebut dijalankan dan kita memasukan nilai 80 maka akan dicetak perkataan
“LULUS !!!” namun bila kita memasukan nilai yang kurang dari 65 maka akan tercetak
perkataan “TIDAK LULUS !!!”. Hal ini berbeda dengan struktur if dimana program akan
berhenti bila kita memasukan nilai kurang dari 65.

3. Kondisi

Kondisi adalah sebuah perbandingan antara dua nilai (variabel vs variabel, variabel vs
konstanta). Dalam membandingkan digunakan operator perbandingan al :
1. ==
2. >
3. <
4. >=
5. <=
6. !=

Jika kondisi lebih dari satu, maka digunakan Operator Logik, al:
1. ! 􀃆 NOT
2. && 􀃆 AND
3. || 􀃆 OR

4. Struktur Kondisi “Switch....Case....Default…”

Struktur kondisi switch....case....default digunakan untuk penyeleksian kondisi dengan
kemungkinan yang terjadi cukup banyak. Struktur ini akan melaksanakan salah satu dari
beberapa pernyataan ‘case’ tergantung nilai kondisi yang ada di dalam switch. Selanjutnya
proses diteruskan hingga ditemukan pernyataan ‘break’. Jika tidak ada nilai pada case yang
sesuai dengan nilai kondisi, maka proses akan diteruskan kepada pernyataan yang ada di bawah
‘default’.
Bentuk umum dari struktur kondisi ini adalah :
switch(variabel)
{
case 1 : pernyataan-1;
break;
case 2 : pernyataan-2;
break;
.....
.....
case n : pernyataan-n;
break;
default : pernyataan-m;
}
Kondisi / Pemilihan di Turbo C++ 2009
Suyanto
Praktikum Algoritma dengan Turbo C Hal 7
Contoh :

/* Program menentukan nama hari berdasarkan inputan */
#include <stdio.h>
#include <conio.h>
void main()
{ clrscr();
int hari;
puts(“Menentukan nama hari\n”);
puts(“1 = Senin 2 = Selasa 3 = Rabu 4 = Kamis”);
puts(“5 = Jum’at 6 = Sabtu 7 = Minggu”);
printf(“\nMasukan kode hari( 1-7) : “);scanf(“%d”, &hari);
switch(hari)
{ case 1 : puts(“Hari Senin”); /* kemungkinan pertama */
break;
case 2 : puts(“Hari Selasa”); /* kemungkinan kedua */
break;
case 3 : puts(“Hari Rabu”); /* kemungkinan ketiga */
break;
case 4 : puts(“Hari Kamis”); /* kemungkinan keempat */
break;
case 5 : puts(“Hari Jum’at”); /* kemungkinan kelima */
break;
case 6 : puts(“Hari Sabtu”); /* kemungkinan keenam */
break;
case 7 : puts(“Hari Minggu”); /* kemungkinan ketujuh */
break;
default : puts(“Kode hari yang Anda masukan SALAH”);
}
getch();
}

Bila program tersebut dijalankan, dan kita memasukan kode hari dengan 1 maka akan tercetak
“Hari Senin”, bila 2 akan tercetak “Hari Selasa” dan seterusnya.


SUMBER : Kondisi / Pemilihan di Turbo C++ 2009
Suyanto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar